DUNIA TANPA DISKRIMINASI

/
0 Comments






Pernahkah kalian berfikir,bagaimana jika dunia yang kita tinggali ini tidak mengenal lagi yang namanya diskriminasi? Tentu dunia akan lebih indah jika itu terjadi, siapa yang tidak menginginkan dunia yang indah tanpa diskriminasi? Tentu semua orang ingin hidup bebas dan berbaur sesuka mereka, hidup yang tidak di ikat (dibatasi) oleh diskriminasi.jadi mengapa kita harus larut dalam kerusuhan yang diciptkan  oleh manusia itu sendiri,manusia seperti itu hanyalah manusia kotor yang tidak memiliki kesadaran diri.



Dan hal seperti ini terjadi pada kami berdua, dimana masih ada yang dinamakan deskriminasi, apalagi dalam kasus kami ini,diskriminaai terjadi dalam dunia pendidikan,yang dimana pendidikan seharusnya memanusiakan manusia, dalam artian membangun karakter-karakter manusia agar kelak menjadi anak yang berguna,tidak hanya pintar namun memiliki karakter-karakter yang baik.
Membangun manusia merupakan hal yang sangat penting.membangun manusia adalah kunci membuat dunia yang indah, bukan malah merobohkan manusia sebagai contoh deskriminasi,kami berdua memiliki tujuan untuk menciptkan negara tanpa diskriminasi bahkan dunia tanpa deskriminasi, meskipun orang-orang menertawai kami tapi kami berdua tetap yakin, suatu saat tawa mereka akan berubah menjadi tepukan tangan.
Awal kisah kami berdua terjadi saat memasuki bangku SMA, kami bersekolah di salah satu sekolah yang terkenal dan salah satu sekolah favorit di ibu kota. Dan kami sadar sekolah elit  hanyalah sebulah nama yang diciptkan manusia, nyata nya murid bahkan pengajar di sekolah kami sama sekali tidak dapat disebut elit, semua sekolah bagi kami itu sama, tergantung diri kita sendiri, di sekolah kami masih sering membeda-bedakan siswa-siswi,baik dalam memprroleh fasilitas bangunan maupun fasilitas ilmu pengetahuan sebagai contoh seperti kami berdua.

Abimanyu Adharma, berhasil masuk SMA ini karena kepintaran nya, meskipun Abimanyu seorang difabel akan tetapi Abimanyu dapat bersaing dengan orang normal lainnya bahkan melebihi orang normal.





Albert Neles, satu-satunya murid yang berkulit hitam di sekolah kami, Neles memiliki keadaan ekonomi yang kurang, Neles berhasil masuk sekolah ini karena berhasil mendapatkan beasiswa. 







Semenjak kami berdua mendapat tindakan diskrimnasi di sekolah kami, kami sangat ingin menghapuskan diskrimnasi dari dunia ini,kami berdua selalu di diskriminasi baik dari teman maupun pengajar di sekolah kami, seperti hal nya Abimanyu ketika  akan masuk di sekolah kami,awal nya Abimanyu tidak lulus meskipun tes menunjukkan Abimanyu memiliki nilai yang tinggi, Abimanyu dipaksa untuk masuk sekolah SLB atau sekolah difabel, orang tua Abimanyu tidak mengizinkan anak nya masuk sekolah ini, akan tetapi Abimanyu bersikeras untuk masuk sekolah ini,karena Abimanyu ingin bersaing dengan orang normal, akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk memasukkan Abimanyu dengan syarat tertentu Abimanyu membayar lebih uang sekolah dan uang masuk, hal ini katanya diakibatkan cacat fisik dari Abimanyu. Akhirnya orang tua Abimanyu setuju demi anaknya yang ngotot untuk masuk sekolah kami sekarang, meskipun mereka sadar bahwa anaknya memdapatkan tindakan diskriminasi.

Neles juga kerap mendapatkan tindakan deskriminasi,kita tau sendiri Neles satu-satunya murid berkulit hitam dan memiliki keadaan ekonomi yang kurang. Seperti contoh ketika Neles tidak masuk ujian semester hanya karena belum membayar uang sekolah selama tiga bulan, dan mengakibatkan Neles dilarang masuk mengikuti ujian, Abimanyu tidak terima dengan hal tersebut dan memutuskan untuk menemani Neles dan mengikuti ujian susulan.

 Bukankah seharusnya diberi kebijakan sebagai contoh membicarakan baik-baik masalah tersebut dengan kedua orang tua siswa dan kalau bisa mereka diberikan bantuan,namun berbeda dengan Neles yang sudah memanggil orang tua nya tetapi pihak sekolah berkata ini sudah merupakan kebijakan sekolah jika tidak membayar uang sekolah lebih satu bulan tidak dapat mengikuti ujian

Seharusnya pemerintah fokus terhadap pembangunan manusia jangan hanya fokus terhadap serana dan prasarana,banyak sekolah yang sarana nya kurang memadai tetapi memiliki pembangunan manusia yang melebihi sekolah yang sarana nya lengkap.
Kami berdua seperti tidak dianggap di sekolah kami,bahkan teman-teman mereka, tidak ada yang ingin berbicara pada kami berdua, teman-teman kami hanya mengejek kami hitam,cacad,miskin dan lain sebagainya, begitupun dengan guru kamo, ketika pembagian kelas nilai kami berdua termasuk cukup tinggi dan pantas masuk di kelas unggulan, akan tetapi kami  berdua dimasukkan  di kelas rata-rata.kami berdua sebenarnya tidak setuju dengan program ini, karena guru bakalan nyaman nengajar di kelas unggulan dan membuat guru berfikir mengajar di kelas reguler hanya menjadi beban.
Kami berdua bahkan berkata kepada teman-teman kami tunggulah kami berdua akan menciptkan dunia tanpa diskriminasi, mereka berdua justru ditertawai dan membuat tawa tersebut menjadi penyemangat bagi kami berdua.
Sebelum kami berdua lulus, kami berdua membuat blog sederhana yang berisi tempat curhatan dan masalah diskriminasi lain nya, di blog ini juga memberi masukan dan motivasi kepada pengunjung. Kami berdua juga sudah menggarap sebuah buku berjudul “dunia tanpa diskriminasi”., Dan ketika mereka berdua dewasa, kami berdua bekerja di komnas HAM dan membuat komunitas (group) yang sudah berjumlah puluhan ribu orang, dan buku kami berdua berhasil terjual laris dipasaran, blog sederhana kami berubah menjadi website yang sangat terkenal yang didalam nya berisi pengaduan masalah HAM,curhatan HAM dan siap meluncur membantu orang-orang yang di diskriminasi di Negara ini.
Suatu saat kami akan bersatu dengan seluruh negara untuk memerangi yang namanya diskriminasi.

NOTE:CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA, CERITA YANG BERASAL DARI KHAYALAN SAYA BERCAMPUR KISAH NYATA MAUPUN KISAH YANG SAYA RASAKAN.


You may also like

Tidak ada komentar: