BAYANGAN KEMATIAN

/
0 Comments






Setting cerita tahun 2035, terdapat keluarga yang hidup dalam bayang-bayang ketakutan,keluarga tersebut masih dihantui ketakutan yang terjadi di tahun 2015, yang dimana masalah tersebut hadir kembali di kehidupan baru mereka. Saat ini TORA sudah memiliki keluarga sendiri dan dikaruniai dua momongan,saat masalah tersebut terjadi TORA,masih berumur 15 tahun dan dilarang untuk ikut campur masalah orang dewasa.TORA memiliki dua saudara yaitu ERFIANi dan TORI, ditahun 1999-2015, TORA memiliki keluarga yang hidup dalam kemakmuran, keluarga TORA dikenal sangat dermawan baik kepada kerabat maupun orang luar, sudah tidak terhitung berapa banyak keluarga yang kami bantu untuk lepas dari jeratan ekonomi, tetapi masih banyak saja orang-orang yang tidak suka kepada keluarga TORA.
[FLASHBACK TAHUN 20007]
Hidup TORA terasa tak pernah sepi,bagaimana tidak, rumah TORA selalu dipenuhi anak-anak, rumah TORA sudah seperti rumah persinggahan, asal mereka sopan dan santun,rumah TORA selalu terbuka untuk orang-orang yang membutuhkan, banyak orang tua yang menitipkan anaknya dirumah kami dan di diambik ketika orang tua mereka pulang bekerja.TORA meniliki tiga sepupu SUCI,DEWO, NURI, bahkan mereka bertiga sering menginap dirumah, orang tua TORA sudah menganggap mereka bertegia anak kandung, bahkan SUCI dan ERFIANA kakak TORA mereka berdua sudah seperti anak kembar pakain mereka selalu sama dan tidak pernah pisah, begitu pula DEWO Dan TORI kakak TORA, sedangkan TORA lebih akrab dengan NURI karena seumuran.
Anak-anak dirumah TORA sangat dekat dengan ibu TORA, ibu adalah wanita yang paling hebat yang pernah dikenal TORA, beliau sangat menyukai anak-anak,beliau tak pernah membeda-bedakan beliau sangat sayang kepada mereka semua, anak-anak dirumah TORA tidak hanya bermain,tetapi mereka juga diajarkan ilmu pengetahuan dan atitude. Tak lupa beliau juga selalu membacakan cerita yang membuat anak-anak tersebut berdecak kagum.
[FLASHBACK TAHUN 2015]
Kami semakin dekat dengan keluarga SUCI,DEWO,NURI, saat itu saudara dari orangtua TORA sudah berhasil semuanya, banyak yang cemburu terhadap keluarga kami ber-empat yang memiliki kekeluargaan yang sangat erat, bahkan keluarga mereka berempat sering  mengadakan liburan guna menjalin kekeluargaan yang erat. Namun suatu saat terjadi masalah dalam keluarga TORA, mungkin benar kata pepatah “RODA ITU BERPUTAR” keluarga TORA yang dulu hidup berkecukupan sekarang malah sedang kesusahan, terutama dalam bisnis kuliner yang dijalani oleh ayah TORA, beberapa minggu terakhir,tiba-tiba keempat warung tersebut menjadi sunyi pembeli, padahal sebelumnya ramai pengunjung.
Keluarga TORA menduga hal tersebut diakibatkan ada seseorang yang iri dengan keadaan kita sekarang, atau mereka berfikir mereka tidak ingin tersaingi sehingga mereka menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan keluarga TORA dan menutup rejeki keluarga TORA, padahal rejeki sudah di atur oleh Tuhan YME, tetapi kodrat nya manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas dengan pemberian yang maha kuasa.



Seiring berjalan nya waktu usaha ayah TORA, semakin sulit tak berselang lama usaha ayah TORA dalam bidang ekspor dan impor rempah-rempah terkena masalah pajak dan membuat kerugian yang besar, demi menutupi kekurangan tersebut ayab TORA terpaksa menjual keempat warung dan peternakan ikan nya,masalah silih berganti,pabrik batako ayah TORA tiba-tiba kehilangan pelanggan dan  terpasa berhenti. Tetapi keluarga TORA masih memiliki keluarga yang sangat peduli dengan keluarganya, contoh nya keluarga DEWO yang memberikan kami modal yang cukup banyak untuk membangun kembali usaha kami, tetapi ketika keluarga TORA membangun kembali usahanya dalam bidang kuliner, tetap saja usaha nya tersebut gagal , begitu pula dengan usaha peternakan ikan nya. Akhrinya uang yang diberikan keluarganya DEWO habis dan tidak menghasilkan apapun.
Tiba-tiba masalah yang lebih besar terjadi dalam keluarga TORA, Ibu TORA tiba-tiba jatuh sakit, awalnya Keluarga TORA menganggap beliau hanyalah batuk biasa dan ketika di bawa ke rumah sakit Dokter mengatakan tidak ada penyakit yang di derita Ibu TORA, tekanan gula daranya juga normal, Ibu TORA memang sudah lama mengidap diabetes, tetapi peyakit beliau tidak seperti gejala penyakit diabetes, awalnya beliau hanya batuk biasa , beberapa minggu kemudian beliau menjadi lumpuh dan anggota badanya membengkak, meskipun sudah di bawa ke berbagai rumah sakit bahkan keluarga NURI dan SUCI memberikan kami modal buat mengobati Ibu TORA yang disarankan dokter untuk dibawa ke singapura tetapi tetap saja dokter mengatakan tidak di temukan penyakit apapun dalam tubuh beliau. Sebelum beliau menghembuskan nafas terakhir berliau berimpi “BAYANGAN NYA DITARIK OLEH SEPASANG SUAMI ISTRI” dan beliau berkata “SAKIT BELIAU BUKAN SAKIT DARI SANG PENCIPTA,MELAINKAN SAKIT YANG DIBUAT MANUSIA” itulah pesan terakhir yang beliau katakan.
Kehilangan membuat TORA begitu hampa,TORA seakan tak mendengar bunyi apapun,saat pulang kerumah,saat membangunkan TORA,saat menyuruh TORA makan, TORA tak pernah lagi akan mendengar suara lembut tersebut.TORA kembali mengenang masa kecilnya,dimana saat itu Ibu masih sangat cantik,lembut dan keras dalam sikap, dimana TORA bermain bersama Ibu dan anak-anak lainnya.waktu ibu sakit,TORA merasa kasihan, TORA ingin membantu ibu ketika sakit, tapi tidak bisa saat itu TORA juga sedang terbaring lemah di rumah sakit bersamaan dengan rumah sakit ibu, ketika TORA sembuh ibu malah koma dan TORA pun belum sempat mendengar suara lembut nya lagi, dan permintaan terakhir dari beliau adalah ketika dia sembuh dia ingin mengundang anak yatim dirumah dan melihat cucu dijakarta,namun ketika TORA sadar dari komanya TORA sadar Ibu sudah tidak ada. Sewaktu TORA sadar dari komanya Ayah menangis sambil memeluk ku Ibu ingin mendengar suaramu sekali lagi TORA, seketika air mata TORA membasahi pipi TORA.
Akhirnya keluarga TORA, mencari tahu siapa dalang di balik semua ini, Keluarga TORA mencari seseorang yang ahli dalam ilmu supranatural,kakak TORA, TORI sempat melihat beliau kejang-kejang sesudah menggunakan obat yang diberikan keluarga DEWO,akhirnya obat tersebiu dibawa untuk diselidiki lebih lanjut, setelah kami mendatangi lima orang ahli supranatural,mereka mengatakan obat tersebut sudah dberikan ilmu hitam di dalam nya, dan mereka mencari tau lebih dalam obat tersebut dan mereka dapat melihat pelaku dalam obat tersebut, yang tak lain dan tak bukan ,dalang dibalik semua kejadian kematian Beliau dan kehancuran usaha kami adalah keluarga DEWO.




Keluarga TORA,NURI,SUCI kaget bukan main,mereka seakan tak menyangka keluarga sendiri yang melakukan hal tersebut, keluarga yang dulu dibantu dari pertama kali sampai menjadi sukses kini malah menghancurkan keluarga TORA, apakah ini rasa terimakasih mereka atas apa yang keluarga TORA berikan selama ini ke keluarga mereka, ini sama halnya seperti kacang yang lupa kepada kulit nya,Pantas saja ibunya DEWO tidak ingin memandikan jenazah almarhum Ibu saya.
TORA tak percaya ibu telah tiada,hingga hari ini TORA masih belum percaya ibu sudah meninggal, keluarga TORA ini pertama kalinya keluarga mereka merasa kehilangan, siapa yang terima anggota keluarganya meninggal karena perbuatan manusia yang tak lain dan tak bukan keluarga mereka sendiri yang sudah mereka bantu dari awal hingga sukses, dan ini adalah balas yang mereka berikan untuk Keluarga TORA,  tak berselang cukup lama, keluarga DEWO datang seakan-akan tak ada masalah dan kami pura-pura tak mengetahui nya, dan ternyata maksud kedatangan mereka adalah ingin menangih hutang yang diberikan ketika kami membangun usaha kami kembali. Padahal keluarga TORA tidak pernah meminjam, malah keluarga mereka sendiri yang memberikan nya, tetapi sekarang meraka malah menagih nya, akhirnya untuk membayar hutang tersebut ayah menjual rumah dan sedkit bantuan dari keluarga NURI dan SUCI.
Ahli superanaturak tersebut berkata “Suatu saat mereka akan kembali, disaat keadaan sudah tenang dan kalian sudah melupakan kejadian ini” dan keluarga TORA menanyakan alasan mengapa keluarga DEWO tega melakukan hal tersebut, para ahli menjawab “ Iri hati yang membuat mereka melakukan ini, mereka tidak ingin disaingi. Hingga saat ini kami belum bisa kembali ke kehidupan kami yang dulu, bahkan sekarang kami hanya numpang di rumah keluarga NURI.

[KEMBALI TAHUN 2035]
TORA sudah memiliki keluarga sendiri dan dikaruniai dua momongan saat itu keluarga TORA kehidupan nya lancar-lancar saja sampai suatu saat masalah ini kembali lagi, dan kali ini menimpa keluarga TORA, mungkin keluarga DEWO tau, kalau Cuma TORA yang belum dapat menerima kematian ibunya dan masih memiliki dendam kepada keluarga DEWO,  sifat yang buruk dari dalam dir TORA adalah pendendam, siapa saja yang melukai orang yang TORA sayangi, maka mereka juga harus merasakan yang TORA rasakan.
Saat itu yang terkena ilmu hitam tersebut adalah istri dari TORA, TORA sudah menduga hal ini dan kejadian nya sama seperti yang dialami ibuTOA,TORA sudah menjadikan pembelajaran hal yang terjadi pada ibu TORA, saat itu istri TORA mengeluh sakit di bagian leher, padahal sebelumnya tidak terjadi apa-apa dan TORA segera membawa istrinya ke ahli supranatural, ternyata benar dugaan TORA benar akan tetapi ahli supranatural tersebut tidak dapat mengobati istri TORA dan berkata jika tidak diselamatkan dalam waktu kurang dari satu bukan nyawa istri anda mungkin sudah tidak ada.
TORA memberitahu semua keluarga TORA, termasuk keluarga NURI dan SUCI, mereka semua memberikan saran untuk segera membawanya ke ahli supranatural yang kuat, kata ahli supranatural kekuatan ini lebih kuat dibanding dulu, belum cukup beberapa hari istri TORA sudah lumpuh, TORA mencari informasi tentang ahli supranatural yang cukup kuat melawan kekuatan Keluarga DEWO, ayah menyarankan TORA untuk pergi ke tempat teman nya, tetapi yang jadi masalah tempat tersebut sangat tidak mungkin bisa di lalui, jika tidak kuat lebih baik tidak usah kesana ucap ayah TORA. Tetapi TORA tetap ingin kesana apapun dilakukan nya demi keselamatan orang yang dia sayangi.
TORA mengurus segala urusan rumah tangga, istri TORA berkata, “pergilah bekerja kasihan anak-anak” TORA tetap tidak peduli dan berkata “tidak ada yang lebih penting darimu” bahkan TORA memandikan Istrinya, TORA rela membersihkan kotoran nya, hingga tiba saat nya TORA pergi mengobati istrinya, ditempat yang disarankan oleh ayah nya, sebelum pergi TORA berkata “titip anak-anak jaga mereka baik-baik” setelah menempuh perjalanan udara yang panjang, akhrinya TORA dan istrinya sampai di kota tujuan, tetapi untuk mencapai rumah ahli terebut perlu pengorbanan, rumahnya berada di dekat puncak gunung.
TORA tetap mengendong sang istri demi mendapat kesembuhan rela mendaki gunung yang tingginya  3.620 meter dari permukaan laut. Melewati hutan belantara, TORA bahkan rela tidak tidur demi menjaga sang istri, sang istri berkata “mengapa kamu melakukan ini ayah” TORA menjawab “untuk apa aku hidup jika tidak bersamamu” sang istri menangis, melihat dirinya yang hanya bisa menyusahkan suaminya, TORA berkata “sudah tidur besok pagi kita melanjutkan perjalanan”, TORA tetap mengendong sang istri waktu semakin sedikit, tubuh istri nya semakin melemas “Ayah tubuhku semakin melemas” ucap sang istri yang sedang digending TORA berkata “Ibu pasti sembuh, Ayah menjaminya dengan nyawa ayah sendiri”  TORA berkata “kita istirahat dulu disini sebentar “aku melihat kamu sudah lapar perut mu berbunyi” TORA memasakkan sesuatu dengan bahan seadanya untuk sang istri “ ayah tidak makan?” ucap sang istri , TORA  berkata“Ayah tidak lapar”, TORA dan istri melanjutkan perjalanan karena sebentar lagi telah sampai puncak,  tiba-tiba sang istri tak sadarkan diri, TORA hanya bisa memeluknya dan menangis, disaat TORA terbangun dia berfikir sudah tidak dapat melihat istrinya kembali namun ternyata istri nya sadar dan berkata “Aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian” TORA hanya bisa menangis dan memandang wajah nya, tiba-tiba semangat TORA memuncak dan hari ini dia berjanji tidak akan beristirahat, tubih TORA sudah dingin kata sang istri “Yah tubuh ayah dingin, ayah tidak sakit”?  “Tentu saja tidak, ini karena iklim disini sangat dingin” ucap TORA dengan wajah nya yang pucat, tiba-tiba saja TORA melihat ada rumah di depan, TORA tersenyum kepada sang istri sambil membangunkan sang istri untuk melihat rumah tersebut, ketika sampai depan rumah tersebut TORA langsung terjatuh. TORA terbangun dan langsung panik mencari sang istri ternyata sang istri tertidur disamping nya sambil memeluk TORA, tiba-tiba pemilik rumah kira-kira umur beliau sekitar 80an seumuran dengan Ayah saya, namanya pak kaliman dan dia juga mengenal ayahku.
TORA berkata maksud tujuan saya kemari unuk mengobati istri saya yang terkenal ilmu hitam saya sudah mencari ahli kemana-mana tidak ada yang berhasil menyembuhkan nya. Sang ahli supranatural menyarankan saya untuk shalat dulu dan berdoa kepada sang pencipta semoga dapat disembuhkan. Kamu beruntung bisa tepat waktu ucap sang ahli supranatural mungkin 3-4 hari istri kamu sudah tidak ada, tapi aku akan memberikan yang terbaik untuk kesembuhan istri anda.Pak kaliman  memberitahukan syarat-syarat yang harus aku lakukan jika istri saya berhasil di sembuhkan
1.mengundang anak panti dan orang yang kurang mampu untuk syukuran
2.jangan pernah tinggalkan shalat dan perintah-perintah yang maha kuasa
3.jangan pernah berbohong sekecil apapun itu
4.memotog 1 sapi setiap anggota keluarga dan memberikan nya ke yang kurang mampu
5.selama pengobatan anda tidak boleh tidur dan mendampingi istri anda hingga selesai
TORA Setuju dengan syarat yang diberikan pak kaliman, pengobatan istri saya terjadi satu hari penuh dan saya selalu mendampinginya  hingga pengobatan selesai. Akhirnya istri TORA terbebas dari ilmu hitam dari keluarga DEWO, kata sang ahli supranatural pak kaliman, Ilmu ini akan kembali ke pengguna nya dan tunggu beberapa hari pengguna ilmu tersebut mati, ini sudah menjadi konsekunsi dari ilmu hitam tersebut, daan TORA berkata “saya tidak dosa kan pak melakukan ini” sang ahli supranatural menjawab tentu saja tidam karena kamu Cuma mencegah dan ini sudah menjadi konsekuensi dari ilmu tersebut.
Akhrinya istri TORA terbangun dan TORA sangat senang air matanya tak tertahankan melihat istri nya dapat berjalan lagi seketika TORA langsung memeluk sang istri.. sebagai rasa ucap terima kasih ku. Untuk pak kaliman saya mengajak bapak ke rumah saya, pak kaliman berkata tidak perlu selama anda tidak melupaka saya, saya sudah senang, ini rumah saya, saya tidak bisa meninggalkan nya.
Akhirnya setiap ada kesempatan kami sekeluarg kerap mengunjungi pak kaliman, meski perlu pengorbanan untuk kesini tetap pengorbanan tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan kehilangan salah satu anggota kekuarga, dan akhirnya beberapa bulan setelah kejadian itu kami mendengar bahwa keluarga DEWO meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat.


NOTE CERITA INI DIBUAT BERDASARKAN KISAH NYATA DAN KHAYALAN YANG MURNI DARI PIKIRAN SAYA SENDIRI


You may also like

Tidak ada komentar: