REVIEW NOVEL SABTU BERSAMA BAPAK

/
0 Comments


Dipostingan kali ini saya tidak sedang menulis cerita yang berasal murni dari diri saya, melainkan saya ditantang oleh teman-teman blog saya untuk memaparkan satu buku dan buku atau cerita yang ingin saya paparkan , kali ini saya akan memaparkan sebuah novel yang terpopuler dan terfenomenal yaitu 
SABTU BERSAMA BAPAK.

Novel yang diterbitkan pada tahun 2014, Dan disusul Filmnya yang dirilis 5 Juli 2016, Novel SABTU BERSAMA BAPAK ditulis oleh ADITHYA MULYA, yang sebelum karya nya SABTU BERSAMA BAPAK, ADITHIYA MULYA juga menulis novel yang berjudul JOMBLO yang sangat laris di pasaran dan telah melakukan 13 kali cetak ulang selain difilmkan pada tahun 2006 selainkan difilmkan novel tersebut dibuatkan Series (Sinetron) yang tayang di RCTI.

Berbeda dari Novel sebelumnya “JOMBLO” yang berkisah tentang muda-mudi yang sederhana, “SABTU BERSAMA BAPAK” mengusung cerita yang lebih matang dan memberikan banyak pembelajaran
SABTU BERSAMA BAPAK berkisah tentang bapak GUNAWAN GARNIDA yang diperankan oleh [ABIMANA ARYASATYA], yang divonis kanker dan hanya memiliki sisa hidup satu tahun lagi. Untuk mengisi kekosongan sang ayah yang suatu saat nanti tidak dapat menemani anak nya tumbuh dewasa, sehingga Bapak Gunawan meninggalkan pesan-pesan berupa ratusan kaset yang berisi Video tentang Nasihat atau motivasi untuk membimbing kedua anaknya SATYA [ARIFIN PUTRA] dan CAKRA [DEVA MAHENDRA] hingga dewasa kelak, dan video tersebut hanya dapat disaksikan bersama seminggu sekali tepatnya pada hari Sabtu.

Belum apa- apa nove/filml ini sangat menguras air mata disamping itu novel/film ini memberikan banyak motivasi, dan pembelajaran, selain menguras air mata novel ini cukup membuat kita tertawa oleh tingkah polos dan kaku dari CAKRA, Hanya dengan sebuah Video, sosok bapak Gunawan tidak pernah tidak ada sebagai ayah untuk kedua anaknya, meski bapak Gunawan sudah berbeda alam dengan keluarga nya, bapak Gunawan dapat dikatan sukses membimbing anaknya hingga menjadi pria dewasa yang sukses, SATYA memiliki keluarga sendiri sang Istri RISA [ACHA SEPTRIASA] dan kedua anaknya RIAN dan MIKU, keluarga mereka tinggal di Prancis dan CAKRA bekerja sebagai Deputy menager di sebuah perusahaan bank di Jakarta dan sedang berusaha mencari pasangan hidup, meskipun hidup mereka berjauhan, namun mereka berdua tetapi memiliki konflik yang berbeda-beda .

Baru diawal adengan kita semua sudah disugukan dengan petuah dari bapak Gunawan, 
“kenapa?bapak nggak sayang sama satya”
“Saka Nakal yah Pah?,Saka janji Saka nggak akan nakal lagi,bapak jangan pergi”
“Kamu nggak nakal Nak!bapak pergi karena tuhan minta ditemani bapak diatas sana,jangan marah sama tuhan,jangan marah sama bapak,jangan pernah marah sama diri kamu sendiri,nggak ada yang salah.

Sejak dimulai, film ini sukses jadi film yang sentimental, cerita dibangun langsung mengarah pada vonis kanker yang diterimanya, alih-alih dibangun pelan dengan menggambarkan kedekatan hubungan sebuah keluarga, Alur berubah semakin hidup, Ketika Cakra dan Satya tumbuh dewasa, Satya digambarkan lelaki dewasa yang berusaha menjadi kepala rumah tangga yang baik, sedangkan Cakra  sangat berbeda dengan Satya, Cakra digambarkan Humoris dan dengan sikapnya tersebut dapat menjadi bahan tertawaan dalam cerita SABTU BERSAMA BAPAK, Cakra masih Jomblo meskipun sudah menjadi Deputy Menanger dan biasa jadi bahan candaan bawahan nya sendiri, WATI [JENNIFER ARNELITA dan FIRMAN [ERNEST PRAKARSA]. Sifat-sifat Cakra menjadi daya tarik utama dalam film ini,  apalagi ketika Cakra bertemu dengan seseorang wanita yang disukai oleh Cakra, wanita tersebut bernama AYU [SHEILA DARA AISYAH].

Ketika membaca Novel nya sangat mudah membayangkan jalan cerita Cakra yang sedang mencari cinta, tetapi sangat sulit membayangkan kisah rumah tangga dari SATYA dan RISA,Namun cerita ini bagi saya memiliki kekurangan yaitu, Satu adegan sedih pasti diakhiri dengan adengan Bahagia, dan terlebih lagi adengan yang menyayat hati yang seharusnya menjadi bumbu utama dalam cerita ini kurang ditonjolkan, SABTU BERSAMA BAPAK malah seperti komedi dan lebih bersinar adegan Komedi dari CAKRA dan kawan-kawan nya.

Rasanya tidak baik membandingkan novel dan filmnya secara sembarangan, namun setelah saya menonton film SABTU BERSAMA BAPAK, saya merasa lumayan puas dengan film nya, mulai dari Pemeran nya, tambahan cerita dan kedua cerita SATYA dan CAKRA dijalankan sangat baik dan mendapat porsi yang sama dan mencuri perhatian masing-masing, sehingga penikmat tidak bingung ini cerita lebih ke SATYA atau ke CAKRA, karakter yang kuat memang peranan penting.

Bicara Soal karakter saya sangat puas dengan karakter CAKRA [DEVA MAHENDRA] yang sangat sukses membawakan karakter CAKRA yang canggung dan humoris, dan mampu membuat saya tertawa yang biasanya sangat jarang tertawa ketika menonton sebuah film baik itu film komedi maupun bukan ,awalnya saya berfikir yang menjadi pemain CAKRA adalah seorang pelawak,karena kita tau sendiri DEVA MAHENDRA baru membintangi beberapa film dan terkenal lewat sinetron Tetangga masa gitu? namun kekahwatiran tersebut terjawab, dan berhasil membuat saya tertawa :D dan semenjak akting nya di film SABTU BERSAMA BAPAK saya menjadi ngefans sama DEVA MAHENDRA.

ABIMANA ARYASATYA dalam film ini juga sangat patut di berikan jempol, Aura sang bapak terasa banget, mulai dari getaran suara,tetapan mata yang sangat tajam dan pembawaan nasehat- nasehat nya langsung menusuk ke hati :v, akting ARIFIN PUTRA dan ACHA SEPRIASA juga jempolan, apalagi ketika mereka bertengkar serasa kita merasakan perkelahian mereka, sebagai contoh perkelahian antara orang tua kita yang biasa terjadi.
Sekian dari saya apabila ada kekuarangan dan kesalahan mohon dimaafkan, pemaparan kali ini tidak semuanya berasal dari dalam pikiran saya ada yang sebgaian saya ambil dari teman-teman yang saya berikan komentar dan sebagian juga dari internet.


You may also like

Tidak ada komentar: