PERTARUNGAN PART II

/
0 Comments
Desa Sidowayah , disebut-sebut desa terkuat tidak seperti dulu mereka dianggap sangat lemah,di bawah kepemimpinan seseorang yang bernama Ulo, desa ini sangat ditakuti dan tidak ada yang berani melawan nya, Ulo dikenal pemimpin yang licik dan suka menyiksa lawan nya jika di ukur melalui segi kekuatan pertahanan fisik Ulo sangat unggulan ketimbang pemimpin-pemimpin lainya.
Desa Sidowayah memili 7 komandan dan setiap komandan diberi tugas.
-Komandan pertama,Ratno yang ditugaskan sebagai penasihat sekaligus tangan kanan, memiliki
 satu  anggota.
-Komandan kedua, Saman, komandan yang ditugaskan untuk penyerangan
(komandan Attack)   memiliki  lima anggota.
-komandan ketiga,Sugiman komandan yang ditugaskan untuk masalah pencurian
(Komandan Maling) memiliki tiga anggota.
-Komandan kempat,dalinem, komandan wanita yang ditugaskan untuk mengobati
 (komandan medis) memiliki tiga anggota.
-komandan kelima, Paimen komandan yang bertugas untuk mencari buah-buahan
(Komandan Buah)  memiliki empat anggota.
-Komandan enam, Tarno komandan yang bertugas untuk mencari rempah-rempah
(Komandan rempah) memiliki empat anggota.
-komandan ketujuh,Dangkel komandan yang bertugas untuk mencari Sayur-sayuran
(komandan Sayur)  memiliki empat anggota.
Kami berusaha untuk bersekutu dengan desa Kalimangir, karena kami rasa desa Kalimangir tidak akan kuat melawan nya sendiri desa Sidowayah sudah tidak seperti dulu, sekarang mereka menjadi desa yang sangat ditakuti, apalagi di tambah desa Watulumbung yang terkenal dengan tiga komandan nya, desa Watulumbung sudah berada di bawah kekuasaan kami tetapi  mereka langsung bergabung dengan pasukan desa Sidowayah, sehingga kami tidak bisa berbuat apa-apa.namun usaha tersebut ditolak dan desa Kalimangir mengatakan kalau kami butuh bantuan kami pasti akan memberitahukan nya ke anda ,tetapi jangan bergerak sebelum kami memberikan perintah.
Sampai tiba saat nya akhirnya mereka bergerak, pasukan kami mengintai di sekitar desa Kalimangir, tetapi belum ada gerak-gerik mencurigakan dari sekutu mereka, tiba-tiba terlihat dari kejauhan Wegig dari desa Kalimangir datang sendiri dan tidak membawa pasukan nya, dan tiba-tiba seseorang datang seorang diri dari arah kanan kalau tidak salah mereka juga salah satu dari pasukan Kalimangir, setelah mereka berdua berbincang tiba-tiba segerombolan dari sekutu mereka datang, terlihat 2 komandan dari desa Watulumbung dan 2 komandan dari Sidowayah, Wegig berusaha melawan dan belum apa-apa sudah dapat mengalahkan 2 komandan dan 7 anggota, tetapi  Wegig tidak dapat melawan mereka semua, mereka menemukan kami bersembunyi di balik rerumputan, dan membawa kami semua, tetapi pasukan kami berhasil lolos satu orang dan memberintahkan nya memberikan informasi ini ke pemimpin Plonco, pesan tersebut telah sampai ke pemimpin Plonco, segera Plonco dan komandan Lastri pergi menemui pemimpin desa Kalimangir dan memberitahukan bahwa salah satu dari mereka telah berkhianat. Dan sepulang nya Plonco dari desa Kalimangir, tiba-tiba terlihat dari markas kami mereka sudah mengalahkan komandan Plonco dan Suyeng, pasukan kami tidak bisa berbuat apa-apa  karena di dalam pasukan sekutu terlihat juga pemimpin dari desa Sidowayah dan Watulumbung serta beberapa komandan terkuat mereka. , mereka memperingatkan kami jika kami ikut campur masalah ini, mereka akan menghancurkan kami lebih dari ini.
Permainan yang sudah menjadi tradisi turun-temurun tersebut menjadi pertarungan yang sebenarnya, permainan yang tidak memiliki peraturan, hal ini disebabkan oleh kelicikan dari pemimpin dari desa Sidowayah yaitu Ulo,yang sangat teropsesi untuk menguasai semua wilayah, Ulo akan melakukan segala cara untuk menguasai semua Wilayah.

Desa Kalimangir bersiap menyerang untuk pertama kali nya di bawah kepemimpinan Daliman, Daliman sangat tidak suka jika ada seseorang anggotanya disakiti, Daliman tidak segan-segan kepada orang seperti itu, akan tetapi ketika Daliman dan anggota nya tiba di markas kedua sekutu tersebut, Daliman diperingatkan untuk tidak melawan, apabila berani melawan mereka akan menyakiti Wegig, sehingga mereka membuat perjanjian terhadap Kalimangir, perjanjian tersebut berisi.
Desa Kalimangir harus mengakui kekalahannya dan mematuhi perintah dari kedua sekutu dan bersedia wajib untuk ikut dalam rencana mereka menghancurkan Desa Watubonang, tetapi sebelum kita menghancurkan desa Watubonang, Giman belum dapat kami bebaskan, tetapi kami menjamin keselamatan Wegig, saya akan menyetujui nya jika Wegig dilepaskan ketika penyerangan dilakukan, biarkan aku dan Wegig membantu penyerangan, Dengan berat hati Daliman menyetujui perjanjian tersebut, kita akan menyerang tiga hari dari sekarang.
*Hari Pertama, Daliman menugaskan salah satu anggota nya untuk memberitahu pemimpin desa Watubonang untuk melakukan persiapan sebelum penyerangan dimulai, mereka juga bersedia memberikan pasukan tambahan, selain itu terdapat juga dua pasukan yang sangat dipercayai desa Kalimangir yaitu pasukan Giman, kami terpaksa membantu mereka tetapi ditengah penyerangan nanti kami akan berpihak pada kalian, beritahukan pasukan kalian  untuk tidak menyerang pasukan Kalimangir.
*Hari Kedua, kami pasukan Watubonang, sudah menyiapkan berbagai perangkap dan strategi, untuk menahan mereka terutama  untuk menahan komandan-komandan mereka,pemimpin Parno meminta biarkan dia yang mengurus Pemimpin mereka, kalian hanya perlu menggiring nya menuju ke tempat saya, yang paling utama kalahkan dulu komandan mereka, jika komandan mereka kalah otomatis anggota mereka tidak akan berani melawan,pemimpin Parno memerintahkan, ingat jangan ada yang menggunakan senjata, jika masih ada perangkap yang dapat melukai musuh sebaik nya jangan dipakai
*Hari Ketiga, hari dimana mereka akan melakukan penyerangan, persiapan kami telah selesai, kami akhirnya pergi meninggalkan desa dan menunggu mereka di suatu tempat yang berjauhan dengan desa agar tidak menganggu kenyamanan warga desa lainnya, mereka semua terkecoh, mereka mengira kami masih berada di markas kami, tetapi salah satu anggota kami berpura-pura tertangkap dan sengaja memberitaukan kepada mereka dimana keberadaan kami. Kami semua menggunakan markas dari pasukan Watulumbung, ini akan menguntungkan kami ,pasukan Watulumbung pasti berfikir, kami salah karena kami memilih tempat ini karena mereka sudah mengetahui wilayah ini.
Dipintu masuk markas ini kami sudah menyiapkan perangkap, ketika mereka mamasuki wilayah markas, pasukan kami yang sudah siap diatas, mereka sudah menyiapkan adonan semen, tepung, dan beberapa telur busuk, beberapa dari kami juga melemparkan lumanyan banyak kelereng dan menjatuhkan nya sehingga membuat tubuh pasukan mereka ,terkena semen dan tepung selain kejatuhan tepung,semen, dan telur busuk pasukan mereka juga terpental karena kelereng tersebut.
Kami mengambil keutungan tersebut dengan menyerang nya secara langsung, penyerangan ini dipimpin langsung oleh semua komandan dan anggotanya, mereka akhirnya memerintahkan pemimpin Sidowayah dan Watulumbung dan Kalimangir untung maju, seperti dugaan kami membiarkan pemimpin Parno bertarungan dengan mereka , kecuali pemimpin Kalimangir mereka berpihak kepada kita. Terdapat 10 komandan di pihak musuh dan memiliki anggota yang keseluruhan nya mereka membawa 46 pasukan ,sedangkan dalam pihak kami hanya berjumlah 33 sudah termasuk pasukan kalimangir yang berpihak pada kami, hingga akhirnya keenam komandan kami ditambah komandan Wegig telah mengalahkan anggota dari komandan mereka, yang tersisa sekarang tinggal komandan-komandan mereka yang berjumlah 10 orang.
*Komandan Lastri VS komandan Ratno dan Sugiman
*Komandan Wegig VS komandan Saman dan Dangkel
*Komandan Giman VS komandan Paimen dan Karso
*Komandan Plonco VS Komandan Timen dan Dalinem
*Komandan Suyeng ft Glindeng VS Komandan Marno ft Tarno
Komandan Lastri sedang melawan Komandan Ratno dan Sugiman, banyak dari mereka belum mengetahui bagaimana cara bertarung komandan Lastri, Komandan Lastri memiliki teknik yang digunakan untuk tidak melukai lawan nya, teknik Lastri ini menggunakan kekuatan dan melemahkan energi lawan untuk melumpuhkan tanpa melukai. Sedangkan komandan Ratno memiliki model penyerangan yang lebih brutal/ membabibuta, yang menjadi masalah adalah komandan Sugiman yang memiliki teknik yang baik dalam hal kecepatan.
Saat itu komandan Lastri dalam kesulitan, karena mereka menyerang secara bergantian dimana komandan Ratno yang menjadi pusat penyerangan dan komandan Sugiman yang menjadi pusat kelincahan menjadi pendukung, kelamahan dari teknik komandan Lastri, tidak dapat digunakan untuk melukai dan hanya dapat digunakan disaat waktu yang pas,Komandan Lastri hanya dapat menghindar dan bertahan hingga tiba saat nya komandan Lasri untuk menyerang, Komandan Lastri mendapatkan celah sekita langsung memang tangan komandan Ratno dan menghempaskan komandan Ratno ke tanah, disaat itu komandan Lastri menyerang bagian vital yang berada di kedua tangan komandan Ratno, sehingga membuat komandan Ratno merasakan sakit yang luar biasa, tersisa komandan Sugiman yang masih saja melakukan metode berlari dan menyerang, akan tetapi kemampuan pengheliatan komandan Lastri sangat tajam sehingga dapat melihat pergerakan komandan Sugiman seketika komandan Lastri menyerang bagian vital di kedua paha komandan Sugiman.
Saat itu Komandan Desa Kalimangir Wegig sedang melawan dua komandan dari Sidowayah Komandan Saman dan Dangkel, dalam pertarungan ini yang paling menyusahkan hanyalah komandan Saman yang dimana dia menjadi komandan penyerangan desa Sidowayah, Komandan Wegig memiliki gaya bertarung yang sangat unik dimana komandan Wegig tidak menggunakan tangan nya untuk bertarung , komandan Wegig hanya menggunakan kaki, sama halnya dengan komandan Wegig, komandan Saman lebih kebanyakan menggunakan kaki nya daripada menggunakan tangan nya, bertarungan baru sekitika komandan Dangkel maju, komandan Wegig melompat dan langsung menendang punggung komandan Dangkel  dengan sangat keras, komandan Dangkel tersungkur, pertarungan yang sangat di tunggu-tunggu karena sejak dahulu rumor siapa yang memiliki tendangan yang lebih kuat komandan Wegig atau komandan Saman sudah menjadi perdebatan dan sekarang mereka bertarung untuk melihat kekuatan kaki siapa yang lebih kuat, kedua komandan terus saja menyerang secara bersamaan menggunakan kedua kaki nya, pertarungan ini kemungkinan ditentukan dengan tenaga dan ketahanan tubuh mana yang lebih kuat, pertarungan terjadi lumayan lama akhirnya mereka berdua tergeletak dan tidak ada lagi yang dapat melanjutkan pertarungan, pertarungan kali ini dapat dikatakan imbang.
Pertarungan komandan Giman melawan Komandan Karso dan Paimen pertarungan ini penuh dengan Taktik seperti yang kita tau sebelumnya bahwa komandan Giman, tidak terlalu kuat dalam pertarungan tetapi selalu memiliki akal dan menjadi pusat pertahanan desa Kalimangir yang dikenal sangat susah untuk di tembus, komandan Giman memanfaatkan keadaan alam, komandan Giman sengaja membuat keduanya terpisah dan memilih mengalahkan terlebih dahulu komandan Karso yang sangat lamban dalam hal pergerakan dikarenakan badan nya yang gemuk, komandan Giman terus berlari dan memancing komandan Tarso dengan sebuah makanan, komandan Tarso menuju ke makanan tersebut dan tidak sadar bahwa tempat dia berdiri sudah , dibuat berlobang dan didalam nya berisi cukup banyak lumpur yang diambil di sawah ditambah sebuah plastik yang dimana komandan Giman yang berisi kecoak, sehingga membuat Tarso ketakutan dan tidak dapat lolos dari jebakan tersebut, setelah Karso tidak sadarkan diri akibat ketakutan, Giman menarik nya keluar, tersisa komandan Paimen yang terkenal sangat hebat dalam hal memanjat sehingga hal tersebut dimanfatkan oleh Giman, dimana Giman memancing komandan Paimen untuk melawan nya di atas Pohon dan di Pohon tersebut sudah diberikan jebakan, Giman berpura-pura ketakutan dan naik di atas pohon, Komandan Paimen mengikuti Giman dan berfikir Giman tidak bisa meloloskan diri lagi, disaat memanjat pohon, Giman mengeluarkan semut-semut yang dibawa nya dan menyirami tubuh nya dari atas dengan Cat tembok dan yang terakhir Giman melemparkan Bola kasti tepat di wajah komandan Paimen.

Pertarungan selanjut pertarungan komandan Plonco melawan komandan Timen dan Dalinem, dalam hal ini komandan Dalinem tidak melakukan apapun karena Dalinem hanya komandan Medis, komandan Timen memiliki kemampuan bela diri karate tetapi masih pemula, komandan Plonco memiliki tinjuan yang sangat kuat dan serangan andalan nya menggunakan jidat nya yang sangat kuat, pertarungan ini terjadi sangat cepat, pertarungan baru saja di mulai tetapi komandan Plonco langsung menanduk kepala dari komandan Timen dan langsung memukul nya tanpa ampun.
Pertarungan dua lawan dua ini sangat di dominasi oleh kedua komandan dari Watubonang ketimbang duet dari musuh, pertarungan kali ini duet yang kompak yang akan memenangkan pertarungan, ini merupakan pertarungan paling membosankan diantara lainnya,dimana kedua komandan Watubonang saling menjaga yang menjadi pusat penyerangan adalah Glindeng dan yang menjadi pusat pertahanan Suyeng, sedangkan dari pihak Sekutu kedua komandan saling bertarungan sendirian, mereka selalu berbeda pendapat diakibatkan mereka tidak dari desa yang sama, akhirnya kedua komandan dari pihak Sekutu berpisah dan seketika kami langsung menyerang nya pertarungan kali ini seperti Dua melawan Satu, yang pertama di kalahkan adalah komandan Marno dan disusul komandan Tarno.
Pertarungan penentuan dimana, pemimpin mereka , pemimpin Ulo,Suro dan Daliman melawan Pemimpin Parno yang dimana pemimpin Daliman tiba-tiba berkhianat dan membantu pemimpin Parno, pemimpin Ulo dan Suro sangat marah melihat Daliman melanggar perjanjian,pemimpin Ulo memiliki teknik yang mirip seperti patokan Ular, patokan tersebut sangat berbahaya dan dapat melumpuhkan lawan, sedangkan pemimpin suro gaya bertarung nya lebih mirip dengan Tae-Kwondo, keduanya langsung menyerang pemimpin Parno secara bergantian, pemimpin Parno kesulitan mengahadapi mereka berdua tetapi pemimpin Parno memiliki pertahanan yang kuat teknik bela diri Parno yaitu Teknik bela diri militer luar negeri, yang dimana merupakan teknik turun temurun keluarga mereka, akhirnya pertahanan Parno berhasil ditembus untuk pertama kali nya dan membuat nya tersungkur,tiba-tiba pemimpin Daliman melancarkan serangan tanpa menyentuh musuh pemimpin Daliman dapat menyerang nya, teknik pemimpin Daliman berasal dari tenaga dalam seperti Margaluyu, yang sudah turun temurun dipelajari di keluarga nya, Daliman tidak melawan mereka berdua karena Daliman yakin, pemimpin Parno dapat mengalahkan nya, Pemimpin Parno kembali bangkit dan berfokus terlebih dahulu untuk mengalahkan Suro Percil, setelah menghindari beberapa serangan Suro Percil, Parno langsung menyerang kebagian vital Suro Percil, dan berhasil membuat Suro Percil tak sadarkan diri, tersisa Ulo dengan santainya Parno menghindari patokan nya akan tetapi beberapa serangan tersebut berhasil menjatuhkan Parno, dan disitulah Parno mendapatkan cara untuk mengalahkan nya, yaitu dengan cara mengembalikan Patokan nya tersebut dan menjadikan nya senjata makan tuan, ketika Suro ingin melakukan serangan tersebut kembali, tetapi berbeda dengan serangan yang tadi kali ini daya serangan nya menjadi lebih tinggi, Parno dengan tanggap membalikan nya dan mengenai tubuh nya sendiri, dan setelah itu Parno menyerang leher dari Suro Percil dan membuat nya tak sadarkan diri.
Setelah peperangan tersebut desa hidup dengan rukun, kami masih melakukan Jotosan tersebut tetapi hanya untuk hiburan semata, dan tidak ada lagi yag dinamaka perebutan kekuasaan, pertarungan Jotosan setelah kejadian itu bukan lagi untuk mencari kekuasaan melainkan mencari siapa yang lebih kuat.




You may also like

Tidak ada komentar: